tempatnya orang gila

Senin, 02 Januari 2012

TRIDARMA ILMU TANAH : CITA-CITA DAN KENYATAAN


TRIDARMA ILMU TANAH : CITA-CITA DAN KENYATAAN
Menerima 'Tridarma' sebagai doktrin yang melandasi segala kegiatan dan corak kehidupan kampus, berarti kita sanggup memenuhi berbagai tuntutan, baik yang mengenai mutu penyelesaian tugas maupun yang berkaitan dengan harkat pribadi. Penghayatan Tridarma secara benar dan utuh menjadi ciri khas insan kampus yang tidak dapat ditawar oleh siapa pun.

Tuntutan mutu penyelesaian tugas dipenuhi dengan jalan:
  • Secara malar (continuous) membina dan memacu pendidikan yang paut (relevant) guna menabur (disseminate) kecendekiaan, ilmu dan kemahiran.
  • Secara malar menjalankan dan menggairahkan penelitian sebaik-baiknya untuk menghidupkan dan membina sumber pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Secara malar memelihara dan meningkatkan keterbukaan kampus terhadap masyarakat untuk memantapkan mekanisme saling tukar, yang pada gilirannya akan melancarkan proses umpan balik yang tertuju kepada penyuburan silang (crossfertilization) antara kampus sebagai penghasil dan masyarakat sebagai pengguna ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tuntutan harkat pribadi dipenuhi dengan jalan:
  • Teguh dalam mempertahankan kebenaran sejati, dari mana pun datangnya, akan tetapi tetap bersikap terbuka dan dapat memaklumi pendapat yang berbeda.
  • Menjauhi sikap ingin maju sendiri dan mendahulukan usaha mengajak orang lain ikut maju.
  • Tidak mementingkan diri sendiri dalam soal waktu, kesempatan dan mengembangkan bakat serta bersedia bekerja keras.
  • Menganut pandangan yang luas, serbacakup (comprehensive) dan terpadu.
  • Memiliki dedikasi untuk memahami lingkungannya.
Di pihak lembaga pendidikan tinggi, Tridarma mengisyaratkan kewajiban memerankan pelopor dan pemimpin dalam membina ilmu. Para pakar dan ahli yang bekerja di lembaga lain adalah hasil tempaan lembaga pendidikan tinggi. Maka kalau negara dan bangsa mengalami keterbelakangan atau kelesuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak ada pihak yang dapat disalahkan kecuali diri kita sendiri yang mengasuh lembaga pendidikan tinggi.

Perspektif Sejarah Ilmu Tanah

Perspektif sejarah berguna untuk (1) membantu mengendapkan dalam pikiran kita tahapan-tahapan rumit yang telah dilalui suatu ilmu, dalam hal ini ilmu tanah, (2) memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kristalisasi pengkajian tanah, dan (3) meramalkan hari depan ilmu tanah.

Manusia secara berangsur mendapatkan pengetahuan sebagai hasil perjuangannya demi kemaujudannya (existence). Inilah sebabnya mengapa kedokteran, botani dan astronomi merupakan disiplin ilmu yang tertua, pengetahuan yang pertama-tama dimiliki manusia. Pengetahuan kedokteran dia perlukan untuk melawan gangguan atau penyakit tubuhnya. Botani berkembang diderita karena minatnya yang mendalam tentang tumbuhan sebagai bahan obat atau pangan. Gejala ruang angkasa yang sukar dipahami, perubahan tetap siang dan malam, peredaran matahari dari timur ke barat, pemunculan bintang menurut musim, dan sebagainya membangkitkan rasa gaib dalam diri manusia. Dengan diawali penyembahan Dewa Matahari oleh bangsa Mesir Kuno, secara bertahap pengetahuan manusia bertambah yang akhimya melahirkan astronomi. Dari sesuatu yang dipandang gaib, dipuja dan disembah, lambat laun berganti menjadi sesuatu yang sangat memikat untuk disingkap rahasianya, untuk dijamah. Manusia mulai menjelajahi ruang angkasa.

Selasa, 06 Desember 2011

LANDFORM KARST DALAM ILMU TANAH


I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh makhluk, dimana pada awal pembentukannya berawal dari aktivitas dan pengaruh matahari, yang apada akhirnya mengalami pembentukan dan evolusi sampai pada keadaan seperti sekarang ini. Bentukan alam di permukaan bumi terjadi karena proses pembentukan tertentu melalui serangkaian evolusi tertentu pula. Sehingga dlam setiap proses pembentukannya akan melibatkan tenaga dan unsur-unsur tertentu, baik itu unsur yang bersifat fisik, biologis maupun kimiawi tenaga endogen maupun tenaga eksogen yang bersifat membentuk dan mengubah (merusak) bentuk permukaan bumi.
Secara alami bumi mengalami pembentukan secara bertahap, dan memebentuk sebuah gugusan permukaan yang terhampar luas yang memiliki kenampakan medan baik secara visula mauoun secara fisik yang dapat dikatakan sebagai landform atau bentuk lahan. Yang kemudian akibat pengaruh kondisi permukaan ( tenaga eksogen ) yang kemudian bergabung menjadi Lanskap yang terdiri dari fitur yang terlihat dari luas tanah, termasuk elemen-elemen fisik bentang alam seperti (es tertutup) gunung, bukit, badan air seperti sungai, danau, kolam dan laut, unsur-unsur hidup tutupan lahan, termasuk vegetasi asli, manusia unsur termasuk berbagai bentuk penggunaan lahan, bangunan dan struktur, dan elemen fana seperti pencahayaan dan kondisi cuaca.
Salah satu bentuk lahan yang paling banyak di sekitar kita adalah bentuk lahan karst ( grup karst ) merupakan landform yang didominasi oleh bahan batu gamping, pada umumnya keadaan morfologi daerah ini tidak teratur. Landform ini dicirikan oleh adanya proses pelarutan bahan batuan penyusun yaitu dengan terjadinya sungai di bawah tanah, gua-gua dengan stalagtit, stalagmit, dll.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting